Blog ini Versi pdf

Isi blog ini juga saya buat dalam bentuk pdf (buku kecil). Silakan klik kanan lalu ‘save link as’ pada link di bawah ini:

The Chronicle of Muttakin.pdf

3 Comments

Filed under Umum

Jangan Mengubah Sangka kepada Allah

Iman seseorang akan terlihat dengan jelas ketika menghadapi cobaan. Ia terus berdo`a dengan sungguh-sungguh, namun tidak kunjung melihat tanda-tanda dikabulkan. Harapannya tidak pernah berubah meski banyak alasan untuk putus asa. Karena ia tahu benar bahwa Tuhannya lebih mengetahui apa yang terbaik baginya dibanding dirinya. Tidakkah Anda mendengar kisah Nabi Ya`qub as? Dia didera cobaan selama 80 tahun, tapi harapannya tidak pernah berubah. Ketika dia kehilangan Bunyamin setelah kehilangan Yusuf as, harapannya tetap tak berubah. Dia justru berkata,

“Mudah-mudahan Allah berkenan mendatangkan mereka semuanya kepadaku.” (QS Yusuf: 83)

Jadi, jangan sekali-kali Anda merasa terlalu lama didera cobaan dan menggerutu karena terlalu banyak berdo`a. Karena Anda sedang diuji dan diminta untuk bersabar dan berdo`a. Jangan pernah merasa putus asa dari rahmat Allah, meski cobaan sudah lama mendera.

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf: 87)

Kendati banyak sekali musibah, derita dan perubahan yang silih berganti mendera Nabi Ya`qub as, namun satu hal yang tidak pernah berubah pada dirinya adalah dia selalu berbaik sangka kepada Allah.

Sumber: Shaydul Khathir, Ibnul Jauzi

Leave a comment

Filed under Diary

Engineering sebagai Fitrah Manusia

*Sebuah tadzakkur singkat dari buku yang lama tersimpan sejak undergraduate: Concepts in Engineering

Jika kita menengok kepada kursi yang kita duduki, perhatikanlah bahwa bagian besinya terbuat dari bijih besi dari pertambangan yang dibuat oleh insinyur pertambangan. Bijih besi kemudian dimurnikan oleh para insinyur metalurgi di sebuah pabrik yang dibuat oleh insinyur sipil dan mesin. Insinyur mesin juga mendesain komponen kursi beserta peralatan yang diperlukan untuk membuatnya. Bahan-bahan pelengkap kursi mungkin diturunkan dari minyak bumi hasil kerja insinyur perminyakan yang kemudian dimurnikan oleh insinyur kimia. Produk kursi kemudian didistribusikan oleh mobil truk yang dirancang oleh insinyur mesin, penerbangan, serta elektro di sebuah pabrik dimana insinyur industri mengoptimasi dari segi ruang, modal, dan sumber daya. Bahkan jalan yang dilalui truk bersangkutan adalah jalan yang didesain oleh insinyur sipil. Begitu jelas bahwa insinyur (atau lebih lanjut akan ditulis: engineer) memegang peran penting pada benda-benda ‘biasa’ di sekeliling. Maka tidak perlu dipertanyakan lagi akan peran engineer pada berbagai benda canggih yang beredar dalam kehidupan kita [1].
Continue reading

Leave a comment

Filed under Engineering

Acknowledgement

Praise be to Allah, The Lord of universe. Only with His uncountable favors that I can finish this work. Wish He accept all of my faithful learning efforts as the way I sincerely express my gratefulness. Continue reading

Leave a comment

Filed under Engineering

Allah Never Neglects His People

Taken from Shahih Bukhari, Volume 4, Book 55 (Prophets), Number 583

Narrated Ibn Abbas:

The first lady to use a girdle was the mother of Ishmael. She used a girdle so that she might hide her tracks from Sarah. Abraham brought her and her son Ishmael while she was suckling him, to a place near the Ka’ba under a tree on the spot of Zam-zam, at the highest place in the mosque. During those days there was nobody in Mecca, nor was there any water So he made them sit over there and placed near them a leather bag containing some dates, and a small water-skin containing some water, and set out homeward. Ishmael’s mother followed him saying, “O Abraham! Where are you going, leaving us in this valley where there is no person whose company we may enjoy, nor is there anything (to enjoy)?” She repeated that to him many times, but he did not look back at her Then she asked him, “Has Allah ordered you to do so?” He said, “Yes.” She said, “Then He will not neglect us,” Continue reading

Leave a comment

Filed under Islam

Rukun Membaca Al-Qur’an

Jika perkara ibadah seperti wudhu’, shalat, puasa, dan lainnya memilki rukun-rukun, maka tilawah Al-Qur’an sebagai ibadah pun mempunyai rukun. Ibadah membaca Al-Qur’an bisa dianggap ‘sah’ jika memenuhi rukun-rukunnya. Setidaknya ada tiga hal minimal yang harus dipenuhi dalam amalan Qur’an, yaitu: niat, qira’at, dan tartil. Continue reading

Leave a comment

Filed under Islam

Kuntum Bunga Idul Adha (2)

Kuntum bunga yang kulihat dua tahun lalu itu,,
masih terkenang di hati,,
selalu,,
mungkin seumur hidup..

Idul Adha kali ini membuatku ingin menulis sesuatu untuk diriku. Seperti halnya di tahun sebelum tahun kemarin, ketika bunga anggrek ungu berbentuk bintang menyambut awal-awal penjelajahanku ke negeri yang lain. What’ve I done..

Pengorbanan: tema yang selalu terangkat dalam Hari Raya Qurban. Kekasih Allah itu, Ibrahim a.s., meninggalkan kisah yang amat dalam supaya diteladani. Tatkala beliau menguatkan hati tanpa ragu untuk merelakan anaknya. The one whom he loves the most in this world..

Di dunia ini hakikatnya tidak ada yang dimiliki, tak peduli seberapapun kecintaan kita padanya. Lahir dan mati sendiri tanpa membawa materi maupun persona.  Satu masa harta bisa melimpah; masa yang lain rezeki bisa menyempit. Satu episode badan sehat; episode yang lain tubuh sakit. Satu rentang penuh progress; rentang yang lain stagnan. Satu waktu senang; waktu yang lain sedih. One time being trusted and getting along with; another time being untrusted and getting left behind..

Nabi s.a.w mengingatkan bahwa hidup memang seperti perjalanan. Apa yang di sekitar adalah sekadar peluang amal. Apa yang diraih adalah sebatas perbekalan. Untuk setiap tapak yang terjejak akan dinilai. Sebagaimana sebuah perjalanan dimana yang dinanti adalah waktu pulang ke rumah: ke surga. Dengan prasyarat hati yang selamat dari penyekutuan terhadap ilahi, serta bebas dari kezhaliman dan ketidakridhoan teman seperjalanan: sesama manusia. How much more will I have to go through, before my heart is forgiven?

Aku sadar telah banyak menyakiti orang lain. Kucoba mencurahkan semua perasaan dan kepedulianku, namun malah menimpakan penderitaan. Itu terasa sakit yang traumatis. Mungkin segala hal dan waktu yang terbagi dengan ketulusan ternyata tidak berarti lagi. The memories restrain my steps, I cannot choose my next destination..

Aku tahu bahwa aku sama sekali tidak berhak meminta orang lain mengerti yang kurasakan. Tapi situasi yang bahkan aku tidak memiliki izin untuk memperbaiki apapun ini sungguh membuatku larut. I’m always searching for a chance to appear somewhere, sometime..

Sahabat Umar r.a. pernah bercurhat, “Seandainya bukan karena tiga hal maka aku tidak suka hidup di dunia ini, yaitu: berjuang di jalan Allah, melewati malam-malam dengan banyak beribadah dan bergaul bersama orang-orang yang memilih pembicaraan yang baik.” Mengingat ungkapan itu serta-merta gumamanku terlintas, “Kalau bukan karena mempelajari dan mengajarkan ilmu dan Al-Qur’an, serta menghabiskan kemanfaatanku kepada dunia, maka sudah hilang keinginan hatiku berlama-lama menjalani hidup.” If my wish were to come true, I would put everything on the line..

Hari-hari ini pula, di sembilan tahun yang lalu, aku menghadap kesana. Sebenar-benarnya aku bersaksi bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan niat dan ikhtiar hamba-Nya, juga tidak akan mencampakkan munajat hamba-Nya. Aku ingin mengadu lagi. Ingin kembali agar bisa memohon ampun lagi. Karena sejak itu hingga kini, betapa buruk dan bersalahnya diriku yang kurang bersyukur. Kepada-Nya dan kepada semuanya. Sungguh rendah dan inferiornya aku yang tidak ada apa-apanya dan bukan siapa-siapa. So please, one at a time, don’t disappear, I still believe..


Aku sangat berharap supaya tetap dalam petunjuk-Mu, selalu percaya dan yakin pada firman-Mu,,

“Tidaklah pantas bagi laki-laki yang beriman dan tidak pula bagi wanita yang beriman apabila Allah dan rasul-Nya telah memutuskan suatu perkara akan ada pilihan lain bagi mereka.”
[QS 33:36]

“Yaitu tatkala ia (Zakaria) berdoa kepada Rabb-nya dengan suara yang lembut. Ia berkata, ‘Ya Rabb, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Rabb.'”
[QS 19:3-4]

“Demi waktu dhuha.
Dan demi malam tatkala sunyi.
Rabb-mu tidak meninggalkanmu dan tidak benci kepadamu.
Sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu daripada dunia.
Dan kelak Rabb-mu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga kamu ridha.
Bukankah dia mendapatimu sebatang-kara lalu Dia melindungimu.
Dan dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk.
Dan dia mendapatimu berkekurangan lalu Dia memberikan kecukupan.
Terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
Dan terhadap orang yang meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.
Dan terhadap nikmat Rabb-mu hendaklah kamu nyatakan kesyukuranmu.”
[QS 93:1-11]

Kuntum bunga yang kulihat dua tahun lalu itu,,
tidak akan hilang dari hati,,
selalu,,
mungkin seumur hidup..

Really.
I beg your pardon..
I’m sorry…

(Ditulis ditengah kesunyian malam bulan Dzulhijjah. Untuk orang-orang yang kusayangi, disana.. One more time, one more chance..)

Leave a comment

Filed under Diary

Ibadah yang Paling Utama

*Disalin dari pembahasan Ibnu Qayyim dalam Madarijus Salikin, yang dicantumkan oleh pen-tahqiq kitab Latha`iful Ma’arif, karya Ibnu Rajab Al-Hanbali

Ibadah yang paling utama adalah beramal berdasarkan keridhaan Allah pada setiap waktu sesuai dengan tuntutan dan posisinya ketika itu. Ibadah paling utama pada saat jihad adalah jihad itu sendiri, sekalipun harus meninggalkan beberapa wirid yang biasa dilakukan, shalat malam, puasa sunnah di siang hari, bahkan tidak melakukan shalat fardhu secara sempurna seperti yang dilakukan dalam keadaan aman.

Ibadah yang paling utama pada saat kedatangan tamu adalah memenuhi haknya dan meninggalkan wirid yang sunnah untuk menghormatinya. Demikian pula halnya dengan hak istri dan keluarga. Ibadah yang paling utama ketika penuntut ilmu membutuhkan bimbingan dan mengajari orang yang bodoh adalah kepedulian untuk mengajarinya dan menyibukkan diri dengannya. Ibadah yang paling utama saat dikumandangkan adzan adalah meninggalkan wirid yang sedang dilakukannya dan menyibukkan diri dengan menjawab seruan muadzin. Continue reading

Leave a comment

Filed under Islam