Category Archives: Diary

Jangan Mengubah Sangka kepada Allah

Iman seseorang akan terlihat dengan jelas ketika menghadapi cobaan. Ia terus berdo`a dengan sungguh-sungguh, namun tidak kunjung melihat tanda-tanda dikabulkan. Harapannya tidak pernah berubah meski banyak alasan untuk putus asa. Karena ia tahu benar bahwa Tuhannya lebih mengetahui apa yang terbaik baginya dibanding dirinya. Tidakkah Anda mendengar kisah Nabi Ya`qub as? Dia didera cobaan selama 80 tahun, tapi harapannya tidak pernah berubah. Ketika dia kehilangan Bunyamin setelah kehilangan Yusuf as, harapannya tetap tak berubah. Dia justru berkata,

“Mudah-mudahan Allah berkenan mendatangkan mereka semuanya kepadaku.” (QS Yusuf: 83)

Jadi, jangan sekali-kali Anda merasa terlalu lama didera cobaan dan menggerutu karena terlalu banyak berdo`a. Karena Anda sedang diuji dan diminta untuk bersabar dan berdo`a. Jangan pernah merasa putus asa dari rahmat Allah, meski cobaan sudah lama mendera.

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf: 87)

Kendati banyak sekali musibah, derita dan perubahan yang silih berganti mendera Nabi Ya`qub as, namun satu hal yang tidak pernah berubah pada dirinya adalah dia selalu berbaik sangka kepada Allah.

Sumber: Shaydul Khathir, Ibnul Jauzi

Advertisements

Leave a comment

Filed under Diary

Kuntum Bunga Idul Adha (2)

Kuntum bunga yang kulihat dua tahun lalu itu,,
masih terkenang di hati,,
selalu,,
mungkin seumur hidup..

Idul Adha kali ini membuatku ingin menulis sesuatu untuk diriku. Seperti halnya di tahun sebelum tahun kemarin, ketika bunga anggrek ungu berbentuk bintang menyambut awal-awal penjelajahanku ke negeri yang lain. What’ve I done..

Pengorbanan: tema yang selalu terangkat dalam Hari Raya Qurban. Kekasih Allah itu, Ibrahim a.s., meninggalkan kisah yang amat dalam supaya diteladani. Tatkala beliau menguatkan hati tanpa ragu untuk merelakan anaknya. The one whom he loves the most in this world..

Di dunia ini hakikatnya tidak ada yang dimiliki, tak peduli seberapapun kecintaan kita padanya. Lahir dan mati sendiri tanpa membawa materi maupun persona.  Satu masa harta bisa melimpah; masa yang lain rezeki bisa menyempit. Satu episode badan sehat; episode yang lain tubuh sakit. Satu rentang penuh progress; rentang yang lain stagnan. Satu waktu senang; waktu yang lain sedih. One time being trusted and getting along with; another time being untrusted and getting left behind..

Nabi s.a.w mengingatkan bahwa hidup memang seperti perjalanan. Apa yang di sekitar adalah sekadar peluang amal. Apa yang diraih adalah sebatas perbekalan. Untuk setiap tapak yang terjejak akan dinilai. Sebagaimana sebuah perjalanan dimana yang dinanti adalah waktu pulang ke rumah: ke surga. Dengan prasyarat hati yang selamat dari penyekutuan terhadap ilahi, serta bebas dari kezhaliman dan ketidakridhoan teman seperjalanan: sesama manusia. How much more will I have to go through, before my heart is forgiven?

Aku sadar telah banyak menyakiti orang lain. Kucoba mencurahkan semua perasaan dan kepedulianku, namun malah menimpakan penderitaan. Itu terasa sakit yang traumatis. Mungkin segala hal dan waktu yang terbagi dengan ketulusan ternyata tidak berarti lagi. The memories restrain my steps, I cannot choose my next destination..

Aku tahu bahwa aku sama sekali tidak berhak meminta orang lain mengerti yang kurasakan. Tapi situasi yang bahkan aku tidak memiliki izin untuk memperbaiki apapun ini sungguh membuatku larut. I’m always searching for a chance to appear somewhere, sometime..

Sahabat Umar r.a. pernah bercurhat, “Seandainya bukan karena tiga hal maka aku tidak suka hidup di dunia ini, yaitu: berjuang di jalan Allah, melewati malam-malam dengan banyak beribadah dan bergaul bersama orang-orang yang memilih pembicaraan yang baik.” Mengingat ungkapan itu serta-merta gumamanku terlintas, “Kalau bukan karena mempelajari dan mengajarkan ilmu dan Al-Qur’an, serta menghabiskan kemanfaatanku kepada dunia, maka sudah hilang keinginan hatiku berlama-lama menjalani hidup.” If my wish were to come true, I would put everything on the line..

Hari-hari ini pula, di sembilan tahun yang lalu, aku menghadap kesana. Sebenar-benarnya aku bersaksi bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan niat dan ikhtiar hamba-Nya, juga tidak akan mencampakkan munajat hamba-Nya. Aku ingin mengadu lagi. Ingin kembali agar bisa memohon ampun lagi. Karena sejak itu hingga kini, betapa buruk dan bersalahnya diriku yang kurang bersyukur. Kepada-Nya dan kepada semuanya. Sungguh rendah dan inferiornya aku yang tidak ada apa-apanya dan bukan siapa-siapa. So please, one at a time, don’t disappear, I still believe..


Aku sangat berharap supaya tetap dalam petunjuk-Mu, selalu percaya dan yakin pada firman-Mu,,

“Tidaklah pantas bagi laki-laki yang beriman dan tidak pula bagi wanita yang beriman apabila Allah dan rasul-Nya telah memutuskan suatu perkara akan ada pilihan lain bagi mereka.”
[QS 33:36]

“Yaitu tatkala ia (Zakaria) berdoa kepada Rabb-nya dengan suara yang lembut. Ia berkata, ‘Ya Rabb, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Rabb.'”
[QS 19:3-4]

“Demi waktu dhuha.
Dan demi malam tatkala sunyi.
Rabb-mu tidak meninggalkanmu dan tidak benci kepadamu.
Sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu daripada dunia.
Dan kelak Rabb-mu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga kamu ridha.
Bukankah dia mendapatimu sebatang-kara lalu Dia melindungimu.
Dan dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk.
Dan dia mendapatimu berkekurangan lalu Dia memberikan kecukupan.
Terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
Dan terhadap orang yang meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.
Dan terhadap nikmat Rabb-mu hendaklah kamu nyatakan kesyukuranmu.”
[QS 93:1-11]

Kuntum bunga yang kulihat dua tahun lalu itu,,
tidak akan hilang dari hati,,
selalu,,
mungkin seumur hidup..

Really.
I beg your pardon..
I’m sorry…

(Ditulis ditengah kesunyian malam bulan Dzulhijjah. Untuk orang-orang yang kusayangi, disana.. One more time, one more chance..)

Leave a comment

Filed under Diary

Experiencing The World

Tower of Belém, Portugal

Treasure Chest for You

Continue reading

1 Comment

Filed under Diary

Kuntum Bunga Idul Adha

Johor, Jum`at 27 November 2009, waktu dhuha.

Lagi, hari raya kulalui tanpa dampingan keluarga. Kali ini aku dan rekan-rekan mengunjungi pemukiman warga Indonesia untuk merayakan Idul Adha. Rangkaian acara penyemarakkan hari raya haji tahun ini antara lain seperti takbiran, shalat ied, jamuan, pengajian, dan qurban, menjadi agenda kami sebagai panitia. (lengkapnya baca disini).

Begitulah, baik sekarang maupun hari-hari biasa lainnya. Membina, dakwah, berbagi kebahagiaan, dan menyikapi kedukaan bersama ‘keluarga baru’ (dari kalangan pelajar/akademisi, profesional/expat, serta TKI) merupakan hal yang mewarnai kehidupan kami di negeri orang. Murobbi-ku disini mengatakan bahwa, sebagai aktivis, sudah menjadi karakter dan tugas kita untuk selalu menebar rahmat bagi sekitar serta berperan positif dimanapun berada. Yang pelajar jangan hanya mengejar kecemerlangan ilmiah pribadi. Yang profesional jangan sebatas menjajaki karir. Yang TKI jangan semata mencari nafkah. Ingat, di atas semua profesi itu, kita adalah juga seorang da`i. Inilah yang memberi nilai lebih bagi diri kita. (selanjutnya baca disana).

Hari itu, kegiatan dilaksanakan di kebun bunga. Di sela-sela acara, aku menyempatkan diri untuk berjalan-jalan menikmati keindahan bunga-bunga yang tumbuh. Sejenis bunga mencuri perhatianku. Bunga anggrek ungu berbentuk bintang. Hmm, ‘bunga’, ‘anggrek’, ‘ungu’, dan ‘bintang’. Kombinasi yang mengagumkan, pikirku.

Continue reading

4 Comments

Filed under Diary

Seratus Mimpi

Johor, 10 November 2009, mengenang Hari Pahlawan Indonesia.

Wahai pahlawan, kisahmu seolah meninggalkan pesan. Yakni hidup adalah rangkaian cerita; Buatlah hidupmu menjadi cerita terbaik yang tertulis dengan tinta emas..

Seseorang di belantara world-wide-web pernah berkata, “Tulislah impianmu dengan sebuah pensil dan berikan penghapusnya pada Allah. Izinkan Dia menghapus bagian yang salah dan menggantinya dengan rencana-Nya yang indah..”

“Pemimpi adalah orang yang membawa mimpinya hanya sampai di ujung tidurnya; sedangkan pemimpin adalah orang yang berani berjuang untuk merealisasikan mimpinya dalam kenyataan serta mempu mengkomunikasikan mimpinya kepada orang lain sehingga bisa mewujudkan mimpi bersama..”

Mengingat saran dari beberapa teman, kucoba menyusun seratus mimpi dalam kehidupan dunia. Cita-cita yang tertancap menjadi sebuah azam, yang akan kuperjuangkan lewat ikhtiar, yang selalu kuharap dengan tawakkal, yang senantiasa kuiringi dalam do`a. Mungkin ada yang tampak ‘konyol’, tapi seperti kata Musashi dalam komik Vagabond, “Orang bisa saja menertawakan, tapi langit tidak akan tertawa..”

Bismillah. “..Kemudian apabila kamu telah ber-azam (membulatkan tekad), maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” [QS Ali Imran (3) : 159]. These are my whislists (random chronological/priority order):
Continue reading

1 Comment

Filed under Diary

Tadzakkur Gempa

Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi, gedung 20 lantai 4, ruang 406, LIPI, Rabu 2 September 2009, jelang waktu `ashr.

Mouse komputer begetar walaupun tergenggam aman oleh telapak kananku. Tanpa sempat heran, ruangan yang serta-merta bergoncang memaksaku bangkit dari meja kerja. Sore itu, gempa serentak melanda dengan pusatnya di laut selatan Tasikmalaya.

Panik, seisi gedung bergegas berusaha keluar. Hal yang wajar. Di tengah situasi itu, Aku sempat mengamati suasana. Sebagian berteriak-teriak tidak jelas. Sebagian memekik-mekik takbir dan istighfar. Sebagian membantu dan mengarahkan evakuasi. Sebagian lagi nampak tenang wajahnya, namun tetap cekatan. Continue reading

Leave a comment

Filed under Diary

Tafakkur Tentang Bintang (trilogi)

Lab IC Design, gedung PAU lantai 4, Sabtu 20 Juni 2009 03:48am.

3 o’clock coffee break: waktu rehat sejenak di sela pekerjaan panjang malam itu.

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

for all of the stars that shining on me..

…Dan apabila dikatakan, “berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat… [QS Al-Mujadilah (58) : 11]

Barangsiapa melalui suatu jalan untuk mencari pengetahuan, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. [HR Muslim]

Yang dicetak miring di atas adalah tulisan yang kuketikkan di ‘Lembar Persembahan’ buku Tugas Akhir yang kususun. Empat tahun perjalanan di kampus ITB ini kudedikasikan untuk semua bintang yang menyinariku. Segenap pihak yang menjadi sumber asa dan inspirasi bagiku untuk terus berjuang. Continue reading

2 Comments

Filed under Diary