Category Archives: Islam

Allah Never Neglects His People

Taken from Shahih Bukhari, Volume 4, Book 55 (Prophets), Number 583

Narrated Ibn Abbas:

The first lady to use a girdle was the mother of Ishmael. She used a girdle so that she might hide her tracks from Sarah. Abraham brought her and her son Ishmael while she was suckling him, to a place near the Ka’ba under a tree on the spot of Zam-zam, at the highest place in the mosque. During those days there was nobody in Mecca, nor was there any water So he made them sit over there and placed near them a leather bag containing some dates, and a small water-skin containing some water, and set out homeward. Ishmael’s mother followed him saying, “O Abraham! Where are you going, leaving us in this valley where there is no person whose company we may enjoy, nor is there anything (to enjoy)?” She repeated that to him many times, but he did not look back at her Then she asked him, “Has Allah ordered you to do so?” He said, “Yes.” She said, “Then He will not neglect us,” Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under Islam

Rukun Membaca Al-Qur’an

Jika perkara ibadah seperti wudhu’, shalat, puasa, dan lainnya memilki rukun-rukun, maka tilawah Al-Qur’an sebagai ibadah pun mempunyai rukun. Ibadah membaca Al-Qur’an bisa dianggap ‘sah’ jika memenuhi rukun-rukunnya. Setidaknya ada tiga hal minimal yang harus dipenuhi dalam amalan Qur’an, yaitu: niat, qira’at, dan tartil. Continue reading

Leave a comment

Filed under Islam

Ibadah yang Paling Utama

*Disalin dari pembahasan Ibnu Qayyim dalam Madarijus Salikin, yang dicantumkan oleh pen-tahqiq kitab Latha`iful Ma’arif, karya Ibnu Rajab Al-Hanbali

Ibadah yang paling utama adalah beramal berdasarkan keridhaan Allah pada setiap waktu sesuai dengan tuntutan dan posisinya ketika itu. Ibadah paling utama pada saat jihad adalah jihad itu sendiri, sekalipun harus meninggalkan beberapa wirid yang biasa dilakukan, shalat malam, puasa sunnah di siang hari, bahkan tidak melakukan shalat fardhu secara sempurna seperti yang dilakukan dalam keadaan aman.

Ibadah yang paling utama pada saat kedatangan tamu adalah memenuhi haknya dan meninggalkan wirid yang sunnah untuk menghormatinya. Demikian pula halnya dengan hak istri dan keluarga. Ibadah yang paling utama ketika penuntut ilmu membutuhkan bimbingan dan mengajari orang yang bodoh adalah kepedulian untuk mengajarinya dan menyibukkan diri dengannya. Ibadah yang paling utama saat dikumandangkan adzan adalah meninggalkan wirid yang sedang dilakukannya dan menyibukkan diri dengan menjawab seruan muadzin. Continue reading

Leave a comment

Filed under Islam

Rasa Malu yang Terpuji

*disadur dari kitab “Jami’ul ‘Ulum wal Hikam”, Ibnu Rajab Al-Hanbali.

Dari Abu Mas`ud Al-Badri Radhiyallahu `Anhu, yang berkata, Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda,

“Di antara sesuatu dari perkataan kenabian pertama yang diketahui manusia ialah, ‘Jika engkau tidak malu, silakan berbuat apasaja yang engkau inginkan’.” [Hadits Riwayat Bukhari]1

Petikan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, “Di antara sesuatu dari perkataan kenabian pertama yang diketahui manusia,” mengisyaratkan bahwa perkataan tersebut diriwayatkan dari para Nabi terdahulu. Manusia saling menyebarkannya sesama mereka, dan mewariskannya dari satu generasi kepada generasi lainnya. Ini menunjukkan bahwa kenabian-kenabian terdahulu datang membawa perkataan tersebut dan perkataan tersebut dikenal luas oleh manusia hingga sampai pada masa umat Islam.

Hadits ini memiliki dua penafsiran makna:
Continue reading

1 Comment

Filed under Islam

Bagaimana Puasa Syawal

Puasa Syawal adalah salah satu sunnah yang sangat dianjurkan. Puasa ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, boleh berturut-turut maupun tidak runtut, dengan niat puasa sunnah Syawal sebagaimana teknisnya puasa sunnah (boleh niat pada siang waktu dhuha).

Telah populer hadits tentang puasa Syawal:
“Siapa yang berpuasa penuh bulan Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, itu seperti berpuasa setahun.” [HR Muslim]

Hikmah puasa Syawal antara lain ianya sebagai penyempurna bagi puasa Ramadhan sebelumnya, menjaga jikalau ada kekurangan dalam pelaksanaannya, mengingat amal-amal sunnah akan berperan sebagai pelengkap keparipurnaan amal-amal fardhu. Puasa Syawal juga merupakan tanda syukur atas nikmat Ramadhan yang telah lalu, karena bentuk syukur yang paling utama adalah dengan melakukan keta`atan. Kemudian, salah satu ciri diterimanya kebaikan adalah dihasilkannya kebaikan-kebaikan lanjutannya, sehingga salah satu tanda diterimanya amal Ramadhan adalah bahwa amal Ramadhan itu menghasilkan amal lanjutan yang dalam hal ini adalah ibadah sunnah puasa Syawal. Dan yang terpenting, menggiatkan ibadah sunnah membuktikan kecintaan pada Rasul serta akan mendatangkan kecintaan dari Allah, yang merupakan karunia terbesar, yang mana siapa yang Allah cintai maka juga akan dicintai oleh manusia dan makhluq seisi dunia.

Bagaimana melakukan puasa sunnah Syawal sedangkan ada kasus terdapat beban puasa qadha atau puasa utang di Ramadhan, misalnya karena selama Ramadhan ada hari-hari dalam kondisi sakit, haid, dan uzur lain yang menyebabkan tidak berpuasa. Situasi ini dapat dijabarkan: Continue reading

4 Comments

Filed under Islam

Pergi Semobil Berdua – Khalwat

Kemarin malam saya bersama dua teman datang ke satu komplek perumahan untuk mengisi tarawih dan ceramah disana. Ketika sampai, belum masuk waktu Isya’, jadi kami duduk-duduk di teras sambil menunggu. Waktu itu ada sebuah mobil datang (di dalam hanya ada pengemudinya, lelaki) lalu seorang wanita keluar dari sebuah rumah, masuk mobil, dan pergi berdua.

Seorang teman bilang, “Eh, bukannya tarawih malah pacaran.”
Teman yang lain menjawab, “Husnuzhon aja, barangkali mereka mau tarawih di masjid lain, itu lelakinya jemput si perempuan.”
Saya berpendapat, “Loh, kalau mereka bukan mahram, itu kan khalwat di mobil jadinya.” Continue reading

3 Comments

Filed under Islam

Do`a atas Kelahiran Anak

Merupakan atsar yang dinisbatkan kepada Husain bin `Ali r.a., bahwa beliau mengajarkan seseorang jika mendapati orang lain dikaruniai anak, agar mengucapkan selamat dengan do`a:

Barokallahu laka fil-mauhubi wasyakarta al-Wahib wabalagha asyuddahu waruziqta birrohu.

“Semoga keberkahan terlimpahkan kepadamu atas kelahiran ini. Bertambah syukurnya kepada Allah Yang Maha Pemberi karunia. Bisa melihatnya hingga dewasa. Dan dikaruniai kebaikan-kebaikannya serta keberbaktiannya.”

Dan orang yang diberi ucapan selamat itu menjawab:

Barokallahu laka wa baroka `alayka wa jazakallahu khayran wa rozaqokAllahu mitslahu wa ajzala tsawabaka.

“Semoga Allah memberkahimu, memberikan kebaikan kepadamu, memberimu balasan yang baik, memberi karunia seperti ini juga, dan menggandakan pahalamu.” Continue reading

Leave a comment

Filed under Islam