Tafakkur Tentang Semut

Based on true story..

Alkisah seorang kakak menumpahkan ‘kuah manis’ makanan di kamar adiknya. Tidak lama, cairan yang tergenang di lantai itu diserbu oleh semut-semut yang datang entah dari mana. Si adik datang lalu mengomeli kakaknya akibat tumpahan yang dianggapnya mengotori kamarnya. Saat adik akan membersihkan lantai dengan kain lap, kakaknya melarang seraya berkata, “biarlah, itu kan jadi rezeki untuk semut-semut. Toh nanti pun mereka akan ‘membersihkan’ lantai ini juga karena kuah itu akan disantap habis.”

Sungguh hal yang menyentuh jika mengingat bahwa Allah memberi rizqi untuk semua makhluqnya. Bahkan makhluq melata kecil yang tampaknya tidak dapat mengurus kebutuhan mencari makan sendiri. Allah-lah yang menjamin rizqi mereka, baik dengan ‘tangan’ mereka sendiri maupun melalui ‘tangan’ makhluq lain. Ya, bisa jadi semut itu sedang menikmati rizqi dari Allah yang datang melalui tangan ‘ceroboh’ sang kakak.

Tapi perhatikanlah! Rizqi itu tidak datang jatuh dengan sendirinya dari langit. Semut-semut itu harus berusaha. Mereka keluar dari sarang untuk mencari apa yang Allah sediakan untuk mereka. Kerja keras menjadi syarat dan syari’at perolehan rizqi. Belajarlah dari sang semut!

Tidak ada alasan untuk mengganggu (mengelap) mereka. Dahulu saat seorang sahabat mendapati kerumunan semut, kemudian ia menepuki semut-semut itu, Rasul menyela agar sahabat hanya menepuk semut yang menggigitnya saja. Jangan ganggu yang lain yang tidak mengganggumu. Sayangilah sesama makhluq Allah. Bukankah Islam adalah rahmat bagi alam?

Sang kakak tidak lupa pernah melupakan pelajaran ini. Jadilah engkau sebagai sarana bagi rizqi orang lain. Jadilah engkau sebagai sumber kebahagiaan orang lain. Jika engkau berusaha/bekerja/berbisnis, niatkanlah untuk membantu orang. Jadilah engkau penyayang terhadap orang lain.

Berjuang untuk menjadi seperti yang dia inginkan untuknya, adalah tindakan kerdil. Berjuang untuk menjadi seperti yang masyarakat inginkan untuknya, adalah tindakan besar. Berjuang untuk menjadi seperti yang Allah inginkan untuknya, adalah tindakan mulia.

Allohu akbar. Terima kasih atas inspirasinya, wahai semut kecil.

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s