Midnite Kuliner via Saritem

kosan, rabu 20 mei 2009, 23:30.

bunyi ketukan di pintu kamar membuatku menyudahi pekerjaan di depan komputer waktu itu. teman, yang timnya baru saja menjadi runner-up kontes robot cerdas indonesia (krci) seleksi tingkat regional sehingga berhak ikut kejuaran tingkat nasional, mengajak makan-makan dalam rangka syukuran. gayung pun bersambut. kebetulan malam itu aku baru menyantap dua helai roti coklat plus secangkir teh manis.

sambil membangunkan teman lain yang terlanjur lelap, aku skeptis, larut begini mau makan dimana? setelah semua siap, tanpa ambil pusing lebih rumit aku ikut saja berangkat. awalnya kami jemput seorang teman di kosan sebelah. kemudian barulah kami ber-enam dengan tiga motor melaju membelah lampu malam yang sepi sekaligus dingin.

tempat makan pertama terhampiri. namun tanpa alasan yang jelas, kami belokkan stir untuk mencari tempat lain. tiba di tempat makan kedua terdapati keramaian yang membuat kami malas menunggu. dini hari begini masih ramai pula, gumamku. mesin motor kembali dinyalakan meninggalkan tempat itu.

entah inspirasi darimana, sorang teman bertanya tentang saritem. yang kutau, itu adalah lokalisasi psk terkenal di bandung. karena ada teman yang tau tempatnya, tiba-tiba saja kami tancap gas menuju kesana. okelah, mengetahui keburukan dengan niat untuk dihindari mungkin dapat dibenarkan juga, pikirku.

miris benar, sampai di jalan masuk kulihat papan yang menandakan bahwa di dalam jalan itu ada pondok pesantren. teman yang memboncengiku menjelaskan bahwa di dekat saritem memang kebetulan ada pesantren. beranjak masuk, tampak mobil polisi sedang parkir beserta seorang polisi bersandar di sebelahnya. baguslah, sedang ada operasi rupanya, ucapku. tapi alangkah kagetnya saat temanku menyahuti cerita tentang polisi yang malah melindungi lokalisasi bahkan memungut upah uang keamanan. akhirnya lewatlah kami ke lokasi. ternyata saritem adalah komplek rumah-rumah di pinggir jalan dan di dalam gang-gang persis kos-kosan. sepanjang jalan, calo-calo mucikari bertebaran meneriakkan ijab/penawaran (rombongan kami pun sempat dipanggil-panggil). mobil-mobil pelanggan (sebagian besar plat dari luar kota) bertaburan. setelah melewati pesantren di ujung jalan itu, kemudian kami kembali ke jalan raya utama.

dalam pada itu, kuukir lagi pelajaran di benak ini. keburukan yang terkemas rapi tidak akan bisa dientaskan dengan kebaikan sekadarnya yang tidak terorganisasi secara apik. pada pertarungan antara yang haq dan batil, selalu dibutuhkan effort yang besar. dan kita harus siap untuk usaha itu. bolehlah jadi resolusi di hari kebangkitan nasional ini.

kembali ke tujuan semula, kami tertarik pada cafe roti dan bubur. namun lagi-lagi pilihan itu kami tinggalkan. kali ini karena ragu akan ke-halal-an makanan disana. setengah putus asa, kami balik ke sasaran yang dihampiri pertama kali. nasi kalong di bilangan jalan r.e. martadinata bandung, itulah tempatnya. resto yang juga pernah disinggahi pak bondan dalam acara wisata kuliner di tv.

kupilih menu nasi merah dengan lauk tahu serta dendeng ayam plus sambal dilengkapi secangkir teh hangat pahit. sambil menghadapi porsi, kuniatkan ia sebagai santap sahur (kebetulan sudah masuk hari kamis untuk puasa). setelah puas menikmati jamuan tengah malam yang dibalut obrolan khas meja makan, aku dan teman-teman segera pulang. waktu itu sudah jam 2 pagi.

kamis 21 mei 2009, 02:30. sampailah kami di kosan. tanpa pikir panjang maupun banyak cakap, masing-masing bergegas ke kamar. kututup malam (eh, pagi) itu dengan tiga rakaat witir. jejak-jejak beku malam yang melekat di tubuh ini memaksaku berkemul dengan selimut (yang biasanya kutelantarkan). sekelumit doa mengawali tidur singkatku di hari itu.

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s