Pelajaran 24 Jam

sabuga, sabtu 28 februari 2009, 06:00. aku datang dari himpunan -tempat tidurku semalam- untuk jogging yang memang rutin kulakukan tiap weekend. rintik-rintik hujan ringan tidak mengurungkan niatku untuk lari pagi. lintasan lari tidak seramai biasanya, maklum gerimis. namun aku, dan beberapa orang yang tetap ‘memaksakan’ untuk jogging, tetap bersemangat berolahraga. benar saja, gerimis ringan itu berjalan stabil, tidak mengganggu. lalu usai melahap 2km -dari total jarak lari 4km yang kucapai hari itu- hujan berhenti.

pelajaran 1: jangan biarkan gangguan kecil menghalangi pencapaian yang lebih besar. seekor singa tidak membiarkan kerumunan lalat di sekitar mengusik perhatiannya, karena ia membidik target rusa yang lebih berharga.

kosan, 13:00. tanpa terlalu lama melepas lelah, aku langsung mandi dan mencuci tumpukan pakaian serta sepatu yang kupakai dalam sepekan ini. teman-teman kos memutuskan untuk jalan-jalan mengisi sabtu siang itu. saat ditanya “emang mau beli apa di pameran komputer bee mall?”, sebagian kami hanya menjawab “nyari-nyari aja”. perjalanan jadi lebih jauh karena kami (berlima di atas tiga motor) menempuh jalan memutar untuk menghindari polisi. masalahnya salah seorang dari kami tidak kebagian persediaan helm standar untuk dipakai (dan akulah orang yang ‘malang’ itu). sampai di bee mall mulailah kami ‘mencari-cari’ tanpa membeli apapun. agar tidak pulang dengan tangan hampa, kami kemudian menuju kedai bakso terkenal di sekitar bip. sialnya kedai penuh dan bakso habis.

pelajaran 2: jangan pernah melakukan sesuatu tanpa memiliki rancangan tujuan.

pelajaran 3: melakukan pelanggaran/perbuatan buruk itu menyusahkan dan menekan hati. menaati peraturan serta berbuat baik itu memudahkan dan menentramkan hati.

kosan, 18:38. aku dibangunkan teman karena tertidur selepas ashr. setelah shalat maghrib sendiri (telat jamaah), aku buru-buru bersiap untuk pergi ke resepsi pernikahan seorang senior. kami berdua belas berangkat dengan dua mobil dan disambut suasana macet malam minggu. sampai disana barulah sadar sesuatu. kami tidak menyiapkan kado maupun amplop! jujur niatnya sebatas ‘makan-makan’ dan ‘rame-ramean’. akhirnya seorang teman membeli amplop lalu kami sumbangan untuk mengisi ‘saham’ di amplop itu. masuk ke gedung mulailah terasa ‘kebanting’. setelan kaos ditutup jaket plus sandal jepit ala mahasiswa membuat kami jadi tidak sebanding dengan acara di sana. atmosfer sunda dipadu teknologi modern seperti musik DJ dan set multimedia mengelilingi kami. fenomena klasik seperti kurangnya tempat duduk, campur baur, dan pakaian ‘terbuka’ masih dapat ditemui. sehabis membuat ‘kerusuhan’ (greeting-greeting, foto-foto, dan kuliner) kami pun pulang ke kampus, tempat berangkat dua jam sebelumnya.

pelajaran 4: dilarang tidur selepas ashr, karena rawan melewatkan waktu maghrib dan dapat menyebabkan ‘kegilaan’.

pelajaran 5: dalam rangka apapun, persiapkan sesuatu dengan sebaik-baiknya. suatu yang dipersiapkan saja masih mungkin berjalan tidak semestinya, apalagi yang tidak dipersiapkan.

pelajaran 6: tentang adab walimah: (cukup banyak didiskusikan di sana)
1. niat untuk ibadah
2. menjauhi kemaksiatan
3. tidak bernuansa syirik dan khurafat (adat yang menyimpang)
4. tidak ikhtilat (bercampur) antar tamu pria dan wanita
5. menghindari hiburan yang merusak nilai ibadah
6. tidak melakukan perbuatan mubazir (berlebihan)
7. mendo’akan pengantin
8. mengundang kerabat, masyarakat sekitar, fakir-miskin sedaerah, dan kenalan
jika dihubungkan dengan acara walimah, etika makan-minum yang harus diperhatikan adalah:
1. tidak makan-minum sambil berdiri (standing party)
2. tidak berlebih-lebihan (jangan ‘mumpung’ ada banyak makanan)
(tentang etika makan dan minum sebagian sudah kutulis di sini)

masjid salman, 22:00. kebetulan hari itu juga ada acara mabit ashhabul quran. walaupun telat datang, tapi aku masih sempat menangkap sedikit materi di kajian malam. dini harinya seperti biasa dilakukan qiyamullail (jamaah) dan tilawah (mandiri). mabit ditutup dengan kuliah shubuh hingga sekitar pukul 06:00.

pelajaran 7: [materi kajian malam] rizqi itu yang terpenting bukanlah banyaknya, tapi nilai keberkahan yang menyertainya. jadikan potensi diri, walaupun sedikit, sebagai jalan untuk memfasilitasi rizqi orang lain sebanyak-banyaknya.

pelajaran 8: waktu dini hari selepas qiyamullail bisa menjadi strategi untuk memenuhi target tilawah. jika diperkirakan waktu siang akan padat dan melelahkan, tilawah bisa dilakukan di akhir malam. qiyamullail jalan, tilawah cukup, bacaan quran pun lebih berkesan di waktu malam. dengan bayaran: kurangi tidur.

pelajaran 9: [materi kuliah shubuh] ada tujuh tingkatan nafsu: nafsu amarah (nafsu hewani yang akan jadi buruk jika tidak diarahkan), nafsu lawamah (penuh penyesalan karena baru menyesal saat/setelah melakukan perbuatan buruk), nafsu mulhamah (angin-anginan, jadi baik jika kondisi sekitar baik, jadi buruk jika kondisi sekitar buruk. secara umum ia baik, tapi kadang masih terbesit hal buruk dalam pikirannya), nafsu muthmainah (jiwa yang tenang yang djanjikan seperti pada QS Al-Fajr), nafsu radhiyah, nafsu mardhiyah, dan terakhir adalah nafsu kamilah. manusia, diluar para shahabat dan para nabi, bisa mencapai sampai tingkatan nafsu muthmainah. di tingkatan manakah kita berada?

gerbang ganesha, minggu 1 maret 2009, 06:19. aku meninggalkan salman sambil merenungi 24 jam waktu hidup yang baru saja kulalui. sembilan pelajaran penting mungkin terlalu sedikit. setiap orang memiliki modal waktu yang sama: 24 jam dalam sehari. bedanya terletak pada bagaimana memanfaatkannya dan berapa banyak pelajaran yang dapat diperoleh darinya.

orang yang hari ini sama dengan kemarin adalah orang yang rugi; orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin adalah orang yang celaka; orang yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung.

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s