Israel Tidak Salah

israel sudah berbuat sesuai dengan yang semestinya mereka perbuat. karena sesungguhnya mereka ditakdirkan menjadi pihak yang paling keras memusuhi kaum muslimin. mereka tidak akan berhenti membuat fitnah/penindasan hingga dapat menghancurkan islam atau mengembalikan kepada kekafiran. justru kita kaum muslimin yang tidak berbuat yang semestinya, yaitu menjadi penolong antara yang satu dengan lainnya. kaum muslimin seolah tidak merasakan yang seharusnya mereka rasakan: ikut merasa sakit jika muslim lain merasa sakit, bagaikan satu tubuh.

kenapa itu bisa terjadi? satu hal, karena berpecah belah. dan parahnya lagi terpancing provokasi sehingga terjerumus ke dalam perpecahan itu. di afghanistan masih terjadi krisis. di baghdad masih ada berita pemboman. ada lagi pemberitaan mengenai konflik antara yaman dengan al-qaeda. tampak sekali musuh-musuh islam mempartisi perjuangan umat islam dengan membuatnya berjuang untuk golongannya masing-masing. dan yang lebih parah lagi, membuat golongan-golongan islam saling menyalahkan dan tidak dukung mendukung.

saling men-tahdzir, saling menyalahkan, fatah dengan hamas, syiah dengan sunni, salafiyyah dengan hizbiyyah dan/atau sururiyyah. harokah yang satu dengan yang lain. belum lagi munculnya aliran-aliran sesat yang terindikasi juga merupakan inisiasi dari penentang islam. sepertinya mereka meyakini hadits nabi:

“Ada tiga hal yang kudoakan kepada Allah – di tempat ini. Dua hal dikabulkan oleh-Nya dan yang satu lagi tidak dikabulkan. Pertama, kumohonkan kepada Allah agar umatku jangan dibinasakan karena kekurangan (kelaparan). Permohonanaku ini dikabulkan Allah. Kedua, kupintakan agar umatku jangan disiksa (dibinasakan) dengan musibah karam (ditenggelamkan). Permintaanku yang kedua ini dikabulkan juga. Ketiga, kudoakan agar umatku jangan binasa karena perpecahan (permusuhan) sesama mereka. Doa yang ketiga ini tidak diperkenankan.” [HR Muslim]

penindasan secara langsung tidak akan menghancurkan islam. tidak ada sejarahnya islam dikalahkan dengan penindasan. sejak zaman umat terdahulu, zaman Rasulullah, bahkan zaman indonesia dijajah (lihat perjuangan muslimin aceh atau pangeran diponegoro). saat ini pun tidak tampak kelemahan pada penduduk palestina. mereka begitu tegar menghadapi dua kemungkinan yang sama mulianya: menang atau syahid. mereka begitu semangat mengangkat jenazah mujahid dengan seruan ‘laa ilaaha illAllah’, dan kadang diteriakkan pekik ‘Allahu akbar, walillahilhamdu’.

fenomena palestina ini justru di lain sisi menambah keimanan kita kepada Allah dan ketetapan-Nya. fenomena ini seakan menunjukkan pada umat islam bahwa islam lemah karena berpecah. masih saja memikirkan perselisihan padalah secara prioritas krisis palestina lebih darurat. pembantaian vs bid’ah, mana yang harusnya disoroti? apakah mereka yang keislamannya dianggap menyimpang atau berbeda manhaj itu tidak berharga nyawanya dan pantas dibunuh dibandingkan orang-orang kafir? sementara selain itu masih saja ada yang sibuk dengan pemilu dan popularitas serta kesuksesan golongan. ini bukti bahwa umpan makar yahudi (yang memang adalah tabiat mereka sejak jaman nabi musa) telah kita konsumsi dengan nikmat.

apalagi yang menghalangi untuk bersatu dan berperang menolong mereka?mesir merasa terikat perjanjian camp david?saudi merasa terikat hubungan ‘kerabat’ dengan amerika?negara islam takut diboikot barat?takut dibalas serangan sehingga malah hancur sendiri?

Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. [QS At-Taubah (9) : 13-14]

apa yang akan kita (mahasiswa) lakukan?
jangan sibuk kuliah, kerja dan, beraktivitas yang hanya dimaknai untuk duniawi pribadi. jangan hanya berlabel aktivis hanya untuk memudahkan proposal nikah dan/atau pencapaian jabatan struktural. maknai untuk ummat.

jangka pendek,
lakukan semampu kita dari solusi 6D: do’a, diskusi, donasi, demonstrasi, diplomasi, darah.

http://www.lingkaran.org/palestine-strikes-back.html

jangka panjang,

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka quwwah (kekuatan) apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). [QS Al-Anfal ( 8 ) : 60]

rekayasa sistem modulasi untuk elektronika komunikasi adalah ‘quwwah’.
rekayasa sistem instrumentasi untuk pengendali alat adalah ‘quwwah’.
rekayasa genetika untuk ketersediaan pangan adalah ‘quwwah’.
art-sains-technology adalah ‘quwwah’.

israel tidak salah, kita yang salah.

3 Comments

Filed under Islam

3 responses to “Israel Tidak Salah

  1. Catz

    Pertama nih bung,
    nice! 6 D!

  2. Catz

    Mul izin copas, gw kehilangan somting bwt nulis, nanti gw sertai jg wordpress lu qo mul, blh tak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s