Dengan Apa Lagi Aku Harus Mensyukurinya?!

reff:
masjid salman, rabu, 14 desember 2008, 3:25am, dinginnya malam membangunkanku dari lantai kayu tempat merebahkan diri waktu itu. aku bergegas keluar bersuci dan mendapati sisa hujan yang ternyata mengguyur bumi pada malam ini dan membuat suasana demikian beku. dengan sesekali gemetar menahan dingin, kuselesaikan sebelas raka’at di tengah sunyi yang kadang terusik oleh dengkuran sporadis jama’ah yang kebetulan juga menginap di masjid.

empat setengah jam sebelumnya, selasa, 13 desember 2008, 23:00pm, aku keluar dari lab ic-design pau lantai 4 menuju masjid salman dengan niat untuk mengikuti acara mabit. sambil mengulang hafalan menyusuri jantung kampus itb, perhatianku tertuju pada ‘kerusuhan’ di oktagon dan comlabs yang ternyata acara ospek jurusan dari teman-teman program studi tambang. saat melewati cc (campus center), kulihat orang masih sibuk menggunakan fasilitas ‘internet bediri’ disana. kemudian di antara lapangan voli-basket dan lapangan cinta ada kerumunan yang sepertinya adalah panitia olimpiade itb. aku sampai di tujuan pertama yaitu gerbang ganesha dimana teman akan datang untuk mengambil scratch sheet yang kucorat-coret di lab sebagai tugas project kuliah (hari gini belum kelar semester).

sesampainya di masjid, acara diskusi masih berjalan. karena lelah, mata ini tidak mau kompromi sehingga langsung saja aku tidur mengabaikan pembicaraan tersebut. agak kecewa sebab saat dini hari tiba, qiyamullail bersama ustadz ternyata tidak jadi diadakan.

kembali ke reff.

usai witir aku tidak bisa tilawah seperti biasanya karena ternyata aku tidak membawa mushhaf. agar tidak ketiduran saat sedang menunggu shubuh, waktu kuisi dengan renungan sederhana tentang syukur.

aku bersyukur atas nikmatMu yang menghidupkanku hari ini. aku akan mensyukurinya dengan memanfaatkan hari ini sebaik mungkin.

aku bersyukur atas nikmatMu yang membangunkanku di waktu sahur. aku akan mensyukurinya dengan qiyamullail.

aku bersyukur atas nikmatMu yang menggerakan hatiku untuk qiyamullail. aku akan mensyukurinya dengan do’a agar aku istiqomah.

aku bersyukur atas nikmatMu yang membuatku bisa bersyukur atas nikmatMu. aku akan mensyukurinya dengan… enghh…

ya Allah, jika perasaan syukur ini dan daya dukung untuk mewujudkan syukur tersebut adalah juga bentuk nikmat dariMu, maka dengan apa lagi aku harus mensyukurinya?! sungguh hamba ini faqir dihadapanMu.

adzan shubuh berkumandang meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.

Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang saleh [QS An-Naml (27) : 19]

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s