Bebasan Banten

Bahasa Banten adalah salah satu dialek dari Bahasa Sunda. Sesuai dengan sejarah kebudayaannya, bahasa Sunda dituturkan di provinsi Banten khususnya di kawasan selatan provinsi tersebut (kecuali kawasan pantura yang merupakan daerah tujuan urbanisasi dimana penutur bahasa ini semakin berkurang prosentasenya). Basa Sunda Dialek Banten ini dipertuturkan di daerah Banten selatan.

Selain bahasa Banten, di provinsi Banten digunakan juga bahasa Banyumasan dan bahasa Jawa yang digunakan di daerah pesisir utara Banten.

sumber: wikipedia

bahasa ini memang merupakan turunan dari bahasa jawa dan sunda tetapi juga memiliki keunikan sendiri yang membedakannya dengan bahasa jawa dan sunda. sesuai latar belakangnya, yaitu daerah selatan dulu terpengaruh kerajaan pajajaran (sunda). sedangkan daerah utara (dimana kesultanan banten berdiri) terpengaruh dari perjuangan hasanudin (anak dari sunan gunung jati) yang berasal dari demak. karena dalam jalurnya demak juga melakukan ekspansi ke cirebon jadi jangan heran jika bahasa cirebon juga memliki kemiripan dengan bahasa jawa banten. jadi daerah utara banten menggunakan bahasa jawa banten sedangkan daerah selatan banten menggunakan bahasa sunda banten. berhubung tempat saya -cilegon- ada di utara jadi pakenya bahasa jawa banten. sedangkan di daerah selatan seperti pandeglang dan sekitarnya pake bahasa sunda banten.

sebenernya di keluarga kalo ngomong ke anak2 pakenya bahasa indonesia. saya belajar bahasa ini dari percakapan orang tua, kalo ada tamu, kalo ngomong sama temen2 sekomplek, plus waktu ngaji kitab (kan diterjemahin pake bahasa jawa banten, contoh: “ad-duruus ats-tsaalits fii ahkam al-mad” disyarah menjadi “utawi iki iku pelajaran kang kaping telu ingdalem nyatakaken hukum mad”). bagi yang pernah ngaji kaya gini pasti familiar.

mengenai bahasa kitab ini juga punya kebanggaan tersendiri. menurut guru ngaji saya, bahasa jawa banten ini digubah sehingga sesuai dengan bahasa kitab arab. hal ini dilakukan dalam rangka pendidikan agama. pada masa itu, ulama banten merupakan pionir pendidikan agama islam di pulau jawa sehingga kitab-kitab arab itu disyarah dengan bahasa jawa banten. sebagai bukti, ulama asal banten yang menjadi mufti di mekkah adalah syaikh nawawi albantani. salah satu karya beliau adalah tafsir munir atau mirajul lubaid atau marah labid. sewaktu paman saya pergi haji ke mekkah dia sempat ditunjukki makam syaikh nawawi dan mendapati cerita bahwa syaikh merupakan ulama terkenal disana. selain itu masih banyak ulama-ulama banten yang menimba ilmu sampai ke negeri arab. tidak heran kalo sejak dulu banten dikenal sebagai tempatnya ulama dan pendekar. kitab-kitab arab dengan syarah bahasa jawa banten masih bisa didapat di toko kitab di pasar rau (dulu saya beli disana).

bahasa jawa banten juga ada versi kasar ada versi alus. misalnya kata ‘saya’ versi kasarnya: ‘kite’ versi alusnya: ‘kule’. kata ‘tidak’ versi kasarnya: ‘ore’ versi alusnya: ‘boten’.

sekarang bahasa banten tampak semakin langka. padahal bahasa adalah unsur penting bagi identitas budaya yang tentu memiliki nilai, sejarah, dan kebanggaan tersendiri. tidak sedikit putra-putri banten yang tidak tau bebasan (‘bebasan’ berarti menggunakan bahasa versi alus, bukan yang versi kasar). saya sendiri juga tidak fasih dalam bebasan. mungkin juga masih banyak kosa kata yang belum saya tau.

maka, yuk sama-sama belajar dan ikut melestarikan budaya bebasan banten.

suatu ketika saya pernah dikritik oleh seorang sanak saudara, “isin geh ngaku wong banten lamun boten bangkit bebasan mah!” (malu ngaku orang banten kalo gabisa bebasan).

oia, ternyata bahasa banten ini udah ada kamusnya loh,
coba cek di:

http://www.antara.co.id/arc/2007/5/14/kamus-jawa-banten-edisi-kedua-diterbitkan/

saya lagi nyari kamus itu,
ada yg punya gak?

2 Comments

Filed under Umum

2 responses to “Bebasan Banten

  1. emceha

    kamus kecil bahasa jawa banten ada di bantenologi. org
    kalau mau, nanti hubung emceha184@yahoo.com nanti dikirim versi pdfnya.

  2. tehimas

    iyah.. generasi mudanya makin sedikit ajah yang menggunakan bahasa jawa dan sunda banten pada diajarin bahasa indonesia.. saya sendiri tidak fasih dalam bebasan karena tidak diajarkan tapi kalo orang ngomong bebasan masih ngerti.. sedikit mah bisa sih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s