mas, maaf mau tanya, saya bingung, “kalau saya salah tolong dikoreksi” , yang saya pahami dari jalur sanad diatas, menjelaskan bahwa jalur sanad itu dari bawah keatas (yang dibawah adalah guru, yang dibawah sebagai murid). kemudian disitu tertulis guru paling bawah mentalaqqi/mengajarkan bacaan nafi’ dan ashim, tapi kemudian ditengah-tengah ada tulisan qiro’atussab’ah (قراءات السبعة), bukankah semestinya dari guru yang paling bawah menguasai qiro’ah sab’ah baru muridnya belajar/mentalaqqi dari gurunya?. maaf yah kalau saya salah…..
Wah, maaf klo diagramnya gak sesuai ‘format’ yg kang iwan maksud. Yang saya buat disini adalah: bawah untuk murid; atas untuk guru. Tanda panah itu menunjukkan arah ‘pengambilan sanad’, bukan arah ‘memberi sanad’. Lalu untuk deskripsi: ‘yang bawah’ bertalaqqi (belajar) dari ‘yang atas’, dan seterusnya. Itu menuruti format yang tertera pada ijazah saya.
Mungkin bs lebih jelas dg mencocokan diagram (yg bertulis arab) ke keterangan deskripsi (yg bertulis latin). Sayangnya tulisan arabnya agak kurang terbaca.
ohiya, format diagram sanad yang seperti itu juga bisa dilihat di kitab:
Al-Muhith bi Ushul Riwayat Qolun `an Nafi` min Thoriq Abi Nasyith.
Wa`alaykumussalam, Ustadz Abu Ihsan.
Ustadz Ashlah, rahimahullah, wafat sekitar 16 tahun yg lalu. Sedangkan guru saya, Alhamdulillah, kabarnya dalam keadaan sehat.
Salam kenal & mau tanya.
Saya Dawud dari CIlegon. Sampeyan sendiri gurunya siapa? Apakah guru sampeyan sudah memiliki sanad yang muttashil (bersambung terus sampai ke Nabi) dan tidak Mursal (terputus)?
Saya pernah belajar dgn guru yang punya sanad muttashil, namun sy hanya belajar bacaan Warosh.
Sampeyan punya sanad untuk hadist yang lainnya?
Assalaamu'alaykum..
Blog ini berisi kumpulan inspirasi yang saya dapatkan melalui pendengaran, penglihatan, dan hati..
Jika ada kejelekan di dalamnya, kiranya pembaca berkenan mengoreksi dan memperbaiki..
Jika ada kebaikan di dalamnya, mudah-mudahan bisa menjadi manfaat bagi saya pribadi khususnya, dan pembaca pada umumnya..
Pada Surat Al-Fatihah, terdapat perbedaan qiro’at yang tujuh pada ayat keempat, keenam, dan ketujuh. Perinciannya adalah sebagai berikut; Ayat yang keempat (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ): Qira’at `Ashim dan Kisa’i akan membaca dengan menetapkan (itsbat) alif pada kalimat (مَالِكِ). Sedangkan Imam Qiro’at yang lain (Nafi`, Ibnu Katsir, Abu […]
Dalam satu kesempatan acara mabit i`tikaf bersama Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, saya mendapatkan buku beliau yang berjudul “17 Motivasi Berinteraksi dengan Al-Qur’an” (diterbitkan langsung oleh panitia Masjid Raya Habiburrahman, PT Dirgantara Indonesia, Bandung, 2007). Alhamdulillah ada laman yang menulis ikhtisarnya sehingga dapat diakses lebih […]
Tarbiyah Syakhsiyah 10 - Membekali Diri dengan Al-Qur’an *diringkas dari buku “Tarbiyah Syakhsiyah Qur’aniyah : 16 Langkah Membangun Kepribadian Qur’ani” karya Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Al-Hafidz, Lc. Allah menurunkan Al-Qur’an bagi umat manusia sebagai minhajul hayah (pedoman hidup) yang tidak terikat ruang dan waktu. […]
Imam Asy-Syathibi memiliki nama lengkap Abul Qasim bin Firruh bin Khalaf bin Ahmad Asy-Syathibi Ar-Ru`ayni. Firruh adalah bahasa lokal yang berarti “besi”; sedangkan Ar-Ru`ayni dinisbatkan kepada satu suku di Yaman. Di dunia ilmu qira’at, dia lebih dikenal dengan sebutan Imam Asy-Syathibi, seorang ulama besar dalam bidang tersebut pada zama […]
Beralih ke masa abad kedua Hijriah dimana terjadi perumusan dan penulisan ilmu-ilmu syar`i. Pada masa Nabi saw, tidak ada penulisan ilmu dari beliau selain Al-Qur’an. Nabi saw berkata, “Jangan kalian tulis dariku sesuatu selain Al-Qur’an. Siapa yang menulis dariku sesuatu selain Al-Qur’an hendaklah menghapusnya.” Hanya sedikit, […]
Sebagaimana telah diketahui bahwa Nabi saw adalah seorang dari bangsa Arab. Bangsa Arab berbicara dengan menggunakan bahasa Arab. Pada zaman Muhammad saw, bangsa Arab terdiri dari banyak kabilah yang sebagiannya menetap di Makkah, Yatsrib (Madinah), sebagian lagi tinggal di kawasan Bani Tamim (sekarang Riyadh), adapula yang berdomisili di pesisir timur jazir […]
Pasca wafatnya khalifah Abu Bakar ra, mushhaf Ash-Shiddiqiyyah beralih ke tangan `Umar bin Khaththab ra sebagai khalifah kaum muslimin yang baru selama sepuluh tahun kepemimpinan beliau. Kemudian setelah `Umar ra meninggal dunia, mushhaf tersebut disimpan oleh putrinya, Hafshah ra, ummul mukminin, istri Rasulullah saw. Ketika `Utsman bin `Affan ra menjadi kh […]
Penulisan Al-Qur’an tahap kedua terjadi pada masa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra, setelah wafatnya Rasulullah saw. Di zaman itu terjadi perang riddah melawan orang-orang murtad yang menyebabkan banyak diantara qari’ Al-Qur’an yang terbunuh. Begitulah qurra’ pun ambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemuliaan Islam. Melihat b […]
Telah dibahas sebelumnya bahwa penjagaan Al-Qur’an dimulai sejak pertama kalinya diturunkan. Ketika diturunkan dari langit ke dalam hati Rasulullah saw, beliau menerimanya secara lafaz, makna, serta segala yang dikehendaki Allah dalam penurunannya, baik tersurat maupun tersirat. Beliau saw pun mengajarkan kepada kita apa-apa yang Allah perintahkan untu […]
mas, maaf mau tanya, saya bingung, “kalau saya salah tolong dikoreksi” , yang saya pahami dari jalur sanad diatas, menjelaskan bahwa jalur sanad itu dari bawah keatas (yang dibawah adalah guru, yang dibawah sebagai murid). kemudian disitu tertulis guru paling bawah mentalaqqi/mengajarkan bacaan nafi’ dan ashim, tapi kemudian ditengah-tengah ada tulisan qiro’atussab’ah (قراءات السبعة), bukankah semestinya dari guru yang paling bawah menguasai qiro’ah sab’ah baru muridnya belajar/mentalaqqi dari gurunya?. maaf yah kalau saya salah…..
Wah, maaf klo diagramnya gak sesuai ‘format’ yg kang iwan maksud. Yang saya buat disini adalah: bawah untuk murid; atas untuk guru. Tanda panah itu menunjukkan arah ‘pengambilan sanad’, bukan arah ‘memberi sanad’. Lalu untuk deskripsi: ‘yang bawah’ bertalaqqi (belajar) dari ‘yang atas’, dan seterusnya. Itu menuruti format yang tertera pada ijazah saya.
Mungkin bs lebih jelas dg mencocokan diagram (yg bertulis arab) ke keterangan deskripsi (yg bertulis latin). Sayangnya tulisan arabnya agak kurang terbaca.
ohiya, format diagram sanad yang seperti itu juga bisa dilihat di kitab:
Al-Muhith bi Ushul Riwayat Qolun `an Nafi` min Thoriq Abi Nasyith.
Salam, Ustad. Saya mau tanya apakah kedua nama berikut masih hidup? # محمد أصلح بن محمد شامل البنتنيّ
# عبد الرءوف طاهر ، أجهوري طاهر
barakallahu fikum
Wa`alaykumussalam, Ustadz Abu Ihsan.
Ustadz Ashlah, rahimahullah, wafat sekitar 16 tahun yg lalu. Sedangkan guru saya, Alhamdulillah, kabarnya dalam keadaan sehat.
Salam kenal & mau tanya.
Saya Dawud dari CIlegon. Sampeyan sendiri gurunya siapa? Apakah guru sampeyan sudah memiliki sanad yang muttashil (bersambung terus sampai ke Nabi) dan tidak Mursal (terputus)?
Saya pernah belajar dgn guru yang punya sanad muttashil, namun sy hanya belajar bacaan Warosh.
Sampeyan punya sanad untuk hadist yang lainnya?
Wa`alaykumussalam, Ustadz. Terjawab di komentar di atas. Yang tercantum disini adalah sanad qiro’at.